Hah. Sudah hampir dua Minggu blog gue tidak kasih makan. Intensitas gue menulis di blog sudah mulai menurun. Payah. Padahal belum genap satu tahun gue punya blog. Tapi, gue punya alasan tersendiri kenapa gue mulai jarang update blog lagi.
Sepenghilangnya gue di blog, karena beberapa hari kebelakang ini gue menghabiskan waktu untuk bertapa. Mencari kesunyian ditengah carut-marutnya Ibukota. Sunyi dengan kesendirian. Mengasingkan diri ke sebuah tempat yang gue juga nggak tahu itu tempat apa.
Belajar dari keberhasilan di puisi pertama gue bertajuk Untitle tersebut, gue mencoba membuat puisi kembali. Hampir setiap malam setelah letih dari aktivitas keseharian, gue menenangkan diri duduk sila di tengah-tengah ruang belajar. Memangku tangan di atas paha dan membentuk pola jari seperti patung Budha.
Dalam posisi seperti itu, pikiran gue mulai tenang. Mulai memikiran puisi apa yang akan gue buat. Dan gue juga mulai menarik nafas dalam-dalam dari lubang hidung dan dikeluarkan menuju lubang dubur. Suara yang indah serta beraroma sangat sedap. Sungguh nikmat tiada tara. Coba banyangkan kalau tidak bisa kentut, itu sungguh tidak enak banget. Perut berasa kembung kebanyakan angin dan jadi sudah tidur.
Singkat cerita dari hasil bertapa itu gue berhasil menelurkan tiga puisi secara berangsur-angsur. Ternyata pengasingan diri gue tidak sia-sia. Tiga puisi tesebut bertema Kesendirian. Kenapa temanya Kesendirian? Iya, karena gue sudah telalu lama sendiri.
Oke tak perlu berlama-lama, berikut ini tiga puisi gue. Hasil dari bertapa selama berhari-hari.
Hampa
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
Terima kasih.
Sunyi
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
Sekian.
Hening
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
…...........................
Tamat.
Sebagai penutup, gue minta kritik dan saran kalian dari tiga puisi gue. Mohon komentarnya teman-teman. Terima kasih.