Mengejar Mimpi

Posted by Darma Kusumah on Thursday, April 12, 2012


Sebut saja Husni, ia adalah seorang pria dengan kehilangan penglihatan yang tergolong buta total (totally blind). Nama lengkap Husni adalah M. Zusmi Padhli. Ia sering dipanggil Husni oleh teman-teman pantinya, namun di lingkungan keluarga ia dipanggil dengan nama Syafi’i oleh kedua orang tuanya, kakaknya dan adiknya. Husni adalah anak ke tiga dari tujuh bersaudara. Sekarang ia berusia 29 tahun. Husni dilahirkan di Jakarta pada tanggal 29 Oktober 1983. Kedua orang tuanya tinggal dan lahir di Jakarta. Ayahnya yang bernama H. Abdullah Fatih lahir di Jakarta pada tanggal 26 Juni 1952, dan ibunya yang bernama  Hj. Fatimah lahir di Jakarta pada tanggal 4 Januari 1956. Jadi Husni bisa disebut juga sebagai warga pribumi asli Jakarta. Saat ini Husni tinggal bersama warga binaan sosial di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin yang beralamatkan di Jalan Dewi Sartika No.200 Cawang Jakarta Timur. Di panti sosial ini Husni bersekolah di SLB-A Taman Harapan. Disana ia masih menduduki bangku sekolah kelas observasi, kelas observasi  adalah kelas pelatihan kekhususan, seperti pelatihan baca tulis huruf braille, teknik-teknik orientasi mobilitas, dan lain-lain. Setelah lulus dari kelas observasi maka murid-murid  dapat meneruskan pendidikan SD di SLB-A Taman Harapan kelas 1,2 dan 3 yang setara dengan kelas 4,5 dan 6 di sekolah reguler/umum. Tetapi jika usia murid di kelas obsevasi sudah bukan usia sekolah dasar, maka murid dapat berikan keterampilan, seperti massage (memijat), membuat keset, dan menari. Sesekali jika ada waktu libur dan mendapatkan ijin dari pihak panti, maka Husni akan pulang kerumah orang tuanya, yang beralamatkan di Jalan tekukur no 10 Rt 6 Rw 3, Bukit Duri Tebet Jakarta Selatan, atau juga terkadang pihak keluarganya yang berkunjung ke panti untuk berjumpa dengan Husni. Cita-cita dan harapan Husni adalah ingin menjadi ustadz atau pengajar yang bermanfaat bagi orang lain untuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi yang orang lain serta bisa hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain.
Keluarga Husni bisa dibilang keluarga yang berkecukupan. Walaupun pendidikan terakhir orang tuanya tidak setinggi sarjana. Tetapi orang tua Husni tetap bersemangat dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya Sebelum ayahnya pensiun dari pekerjaannya, ayahnya yang bernama H. Abdullah Fatih pendidikan terakhirnya hanya sampai SMA dapat berkerja sebagai PNS Kas Daerah yang penghasilannya bisa mencapai 2 sampai 4 juta per bulan. Sedangkan ibunya yang bernama Hj. Fatimah pendidikan terakhirnya hanya sampai SD berkerja sebagai ibu rumah tangga. Husni memiliki dua kakak dan empat adik. Kakak pertamanya Dini Husna telah menikah dan berkerja sebagai ibu rumah tangga. Kakak keduanya Indah Hofifah telah menikah dan berkerja sebagai Guru SDN Akabri inklusi di menteng atas. Adik pertamanya Hikmah Tullutfiah belum menikah dan telah berkerja sebagai guru ngaji didaerah rumahnya. Adik keduannya M. Ibnu Lutfi belum menikah dan telah bekerja menjadi karyawan di Bank Mandiri. Adik ketiganya Imam Taufiqi belum menikah dan masih berkuliah jurusan tarbiah di daerah kampung melayu. Dan adik terakhirya bernama Ahmad Sabil Mutaqin masih berusia 1 tahun 6 bulan. Namun sayang adik Husni yang pertama yaitu Hikmah Tullutfiah dan yang ketiga bernama Imam Taufiqi mengalami kehilangan penglihatan sejak kecil dan keduanya tergolong low vision. Ada kabar bahwa kedua orang Husni memiliki ikatan darah keduanya adalah sepupuan, sehingga ada yang berpendapat itu yang menyebabkan anaknya kehilangan penglihatannya, padahal penglihatan kedua orang tuanya normal-normal saja. Tahun kesedihan pun datang, ketika tahun 2007 saat Husni berusia 24 tahun sang ibu tercinta meninggal dunia, meninggalkan dunia yang fana ini. Ibu Hj.Fatimah wafat pada usia 52 tahun yang disebabkan karena penyakit diabetes yang dideritanya. Keluarga besar merasakan kehilangan atas wafatnya Ibu Hj.Fatimah. Namun sang ayah tidak ingin berlarut-larut terlalu lama dalam kesedihan. Setahun kemudian setelah peristiwa tersebut sang ayah H. Abdullah Fatih menikahi seorang wanita yang bernama Syekhoni di tahun 2008. Ketika menikah sang ayah berusia 57 tahun dan pasangan wanitanya berusia 42 tahun, dan kini ayahnya Husni berusia 60 tahun seorang pensiunan PNS Kas Daerah, ibu tirinya yang bernama Syekhoni kini berusia 46 tahun. Penikahan ayahnya tidak cukup memberikan arti bagi Husni, karena ibu tiri dan Husni tidak saling akrab layaknya ibu dan anak pada umumnya. Mereka seperti sedang perang dingin, dan jarang berkomunikasi. Tentu ini hanya butuh waktu untuk membuat Husni dapat menerima keberadaan ibu tirinya. Memang tidak dapat dipungkiri betapa besarnya jasa ibu kandungnya yang sudah melahirkannya serta membersarkannya dan merawatnya ketika ia sedang sakit. Begitu banyak belaian kasih sayang yang diberikan ibu Hj.Fatimah kepada Husni.
Teringat peristiwa yang dahulu menyebabkan dirinya menjadi kehilangan dalam penglihatannya. Sudah sejak 17 tahun silam dirinya telah kehilangan penglihatan. Saat itu yang merawat dan memperhatikan Husni dengan sangat penuh perhatian dan kasih sayang ketika sakit ialah ibunda tercintanya. Februari tahun 1994 peristiwa itu bermula saat Husni duduk dibangku sekolah dasar kelas enam SD tepatnya saat berusia 12 tahun. Saat itu Husni bersekolah di SD Negeri 06 Tebet Bukit Duri. Husni adalah anak yang mudah bergaul dilingkungan rumahnya, bahkan teman-temannya dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga yang dewasa sekalipun. Husni sangat germar sekali dengan yang namanya kegiatan olah raga. Saat itu pagi yang ceria mewarnai hari yang indah ini, anak-anak, remaja, dan dewasa lingkungan rumah Husni sedang bermain bola voli dilapangan voli dekat rumahnya. Husni pun ikut berturut serta dalam permainan bola voli.
Dalam permainan bola voli Husni bermain dengan orang-orang dewasa. Tepat saat bermain bola voli pukulan keras yang dilontarkan seseorang pada bola voli, langsung melesatkan bola voli tersebut ke arah Husni. Bola voli yang melesat dengan sangat cepat dan keras itu langsung tepat mengenai mata kanan Husni. Seketika itu pun Husni terjatuh pingsan beberapa saat. Ketika sadar memang tidak langsung mengalami kehilangan penglihatan, saat sadar yang dirasakan hanya rasa sakit yang teramat sangat. Namun akibat benturan bola voli itu pun datang. Lambat laun selama satu bulan setelah peristiwa itu kemampuan penglihatan Husni mulai menurun, hingga dirinya mengalami kehilangan penglihatan yang tergolong low vision. Pada bulan April tahun 1994 Husni dibawa ke rumah sakit aini kuningan. Di rumah sakit tersebut Husni dirawat, dan di diagnosis bahwa retina Husni terkelupas dan akan lepas dari tempatnya. Setelah 2 minggu dirawat Husni pun di operasi matanya. Operasi mata pun berjalan lancar. Setelah operasi mata 2 minggu kemudian Husni diperbolehkan pulang. Namun itu masih tahap pemulihan, dokter pun menyarankan agar selama 2 bulan Husni harus tidur dengan posisi tengkurap, tidak boleh membawa barang-barang berat, dan masih banyak lagi hal yang harus dihindari. Memang setelah operasi kemampuan penglihatan Husni mulai membaik. Husni dapat masuk sekolah dan mengikuti pelajaran dengan baik. Akan tetapi setelah satu bulan berlalu kemampuan penglihatan Husni mulai menurun dan terganggu, awalnya seperti ada bintik hitam saat melihat sesuatu, dan lama kelamaan bintik hitam itu pun mulai menyebar. Setelah tiga bulan dari operasi mata, Husni mengalami kebutaan (totally blind) pada mata kanannya, dan juga Husni sering mengalami pingsan tiba-tiba.
Karena peristiwa itu Husni pun langsung dilarikan kerumah sakit aini kuningan, tempat dimana ia telah melakukan operasi mata sebelumnya. Dokter mendiagnosa bahwa retina mata kanan husni telah lepas dari tempatnya. Dan anehnya setelah tiga bulan berikutnya hal yang sama terjadi pada mata kirinya, awalnya hanya ada satu bintik hitam. Lalu lama kelamaan bintik hitam itu pun menyebar pada mata kirinya. Dan akhirnya pada pagi harinya, ketika Husni terbangun dari tidurnya, Husni kaget dan sangat shock karena kedua matanya tidak dapat melihat apa-apa. Hanya warna hitam saja yang ia lihat bagaikan malam yang gelap gulita tanpa cahaya rembulan ditengah malam. Dan Husni pun masih sering pingsan tiba-tiba. Karena peristiwa itu sang ibu sangat mencemaskan anak tercintanya dan juga sejak saat itu Husni dipanggil dengan nama Syafi’i. Dengan harapan mendo’akan Husni melalui nama panggilan barunya agar Husni dapat terobati dari sakit-sakitnya, dengan rasa kekhawatiran ibu, Husni tidak di ijinkan keluar rumah dan juga tidak melanjutkan pendidikannya. Ia hanya beristirahat penuh di rumah selama beberapa lama sampai keadaanya membaik. Selama beristirahat di rumah Husni menghabiskan waktunya dengan mendengarkan siraman-siraman rohani yang ia dengar di televisi, radio ataupun pengajian di lingkungan rumahnya untuk membangun dan memotivasi dirnya yang sedang dalam emosi labil. Awal mengalami kebutaan pada kedua matanya, emosi Husni sangat labil dan tidak terkendali, merasa selalu sedih, tidak bersemangat, putus asa dan harapan, Dunia ini bagaikan serasa sempit yang tidak memberikan impian dan harapan bagi Husni, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan yang melukai hatinya. Ia sangat tidak dapat menerima kekurang yang terjadi padanya, ia masih berharap untuk bisa melihat seperti sedia kala. Namun apa daya itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Agung. Pada akhirnya Tuhan memberikan rahmat kepada Husni untuk berusaha bersabar dan menerima dengan ikhlas. Dan akhirnya rahmat Tuhan datang melalui siraman-siraman rohani yang Husni dengar dari televisi, radio ataupun pengajian di lingkungan rumahnya. Husni pun akhirnya dapat membangun kembali puing-puing hatinya yang hancur dan mulai menyesuaikan diri untuk bersabar dan ikhlas menerima ketetapan Tuhan Yang Maha Bekehendak. Tersirat kabar bahwa dokter yang menangani Husni telah melakukan malpraktek terhadap Husni. Tetapi Husni dan keluarganya tidak memberikan keterangan atau bercerita kepada hal layak ramai. Sehingga peristiwa itu diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan kepada penulis cerita ini pun ia tidak ingin menceritakan lebih lanjut tentang kelanjutan pihak rumah sakit terhadap dirinya.
Tapi sudah lah yang lalu biarkan berlalu dangan damai, sabar, dan ikhlas. Kini Husni telah menempuh hidup baru di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin. Di panti inilah Husni menimba ilmu dan mengasah keterampilannya. Serta di panti ini juga Husni mencoba kembali membangun rasa percaya diri, semangat yang tinggi akan impian dan harapannya yang telah lama menghilang dari dalam dirinya. Husni termasuk murid yang tegolong baru di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin. Ia baru masuk di panti pada tanggal 06 Januari 2012 lalu. Husni mengenal panti sosial ini dari salah seorang warga penghuni panti yang sedang bermain didaerah rumahnya. Orang tersebut pun berbagi cerita tentang pengalamannya di panti dan hal-hal yang bermanfaat untuk diambil ilmunya. Dan Husni pun menjadi tertarik dan ingin tinggal di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin. Memang pada awalnya pihak keluarga tidak mengijinkan Husni untuk tinggal di panti. Kenapa..?. Karena pandangan keluarga Husni tentang panti ialah sebuah tempat yang tidak baik, tidak terawat, dan juga keluarga Husni mengkhawatirkan Husni takut-takut nanti Husni tidak terurus di panti. Meskipun demikian Husni terus tetap mencoba untuk menyakinkan keluarganya bahwa panti tersebut sangat baik, bermafaat, mampu memberikan nilai positif, dan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk dirinya dimasa depan kelak. Tidak hanya itu suatu ketika Husni melakukan sholat malam dan shalat istikharah mengharapkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk mendapatkan ijin agar bisa tinggal di panti. Lalu keesokan harinya Husni bermimpi melihat cahaya rembulan, cahaya bulan purnama dikegelapan malam, cahaya yang terang menderang yang menyinari seluruh tubuhnya. Ia berharap bahwa mimpi itu adalah rahmat dan pentunjuk dari Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk, dan ia juga berharap bahwa mimpi itu memiliki nilai positif yang akan merubah kehidupannya menuju arah yang lebih baik. Atas mimpinya itu Husni pun mendapatkan ijin dari keluarganya untuk tinggal di panti sosial. Di panti inilah Husni menenukan titik terang yang yang mampu mengubah hidupnya untuk mengejar apa yang ia impikan. Husni sangat berharap sekali jika telah lulus dari kelas observasinysa di panti, ia ingin sekali belajar massage (memijat). Dengan keterampilan ini Husni dapat menjadi orang yang bermaafaat serta mampu memberikan dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
Disini lah, di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin, Husni mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan meskipun Husni baru tinggal selama dua bulan. Tetapi suka duka tinggal di panti bersama teman-teman dan keluarga baru sudah dapat Husni rasakan. Dan Husni mempunyai banyak teman di panti ini. Banyak kegemberian yang ia lalui bersama seluruh warga binaan sosial di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin. Husni mendapatkan banyak hal di panti ini mulai dari pendidikan hingga sosial. Di panti Husni di ajarkan baca tulis huruf braille, yang merupakan kebutuhannya untuk mendapat kan informasi, dan juga mendapatkan pendidikan orientasi mobilitas. Orientasi mobilitas adalah suatu keterampilan yang harus di kuasai oleh orang-orang dengan kehilangan penglihatan agar dapat mengenali objek-objek disekitar sehingga dapat berinteraksi dengan objek-objek sekitar dan dapat berpindah tempat dengan atau tanpa bantuan orang lain. Dan tentu saja Husni harus bisa menguasai teknik-teknik yang di ajarkan pada pendidikan orientasi mobilitas. Husni sangat bersyukur sekali karena dapat diterima dan tinggal di panti sosial yang luar biasa ini. Di panti ini juga ada pelatihan mental, pelatihan inilah yang dapat membuat Husni bersemangat untuk membangun rasa percaya diri, dan memandang cerah kehidupan di masa depan untuk dirinya. Oleh karena itu Husni sangat bersungguh-sungguh untuk belajar dan menimba ilmu di panti. Tiap hari ia belajar dan melatih dirinya untuk bisa lancar membaca dan menulis huruf braille. Jika ada waktu kosong ia sering bermain ke perpustakaan panti guna untuk melancarkan baca tulis braille sekaligus menambah wawasannya melalui buku-buku yang ia baca.
Karena rahmat Tuhan Yang Maha Pandai, usaha Husni pun dipermudah. Kini ia sudah sedikit demi sedikit menguasai  baca tulis huruf braille. Husni pun mampu bersaing dengan teman-teman kelasnya. Prestasi Husni pun tidak tergolong buruk bahkan condong menunjukan nilai yang baik dan memuaskan dalam setiap pelajaran di kelasnya. Bahkan guru kekhususan yaitu Bu Harti sangat bangga dengan Husni, karena “dalam segi pelajaran apa saja  dikelas daya tangkap Husni tergolong cepat, sangat bagus dan bahkan bisa termasuk rangking pertama dalam kelasnya”, ujar Bu Harti ketika diwawancarai mengenai kemampuan Husni dalam matematika, bahasa dan pelajaran lain dikelasnya. ketika didalam kelas Husni selalu sibuk dengan membaca buku-buku bertuliskan braille, namun ia juga dapat fokus terhadap apa yang disampaikan guru-gurunya dalam pelajaran. Dan jika berada di luar kelas khususnya jika Husni sedang berada didalam kamarnya, Husni sangat cakap dan terampil dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. Tawa canda selalu tergambar disaat sedang berinteraksi dengan teman-temannya. Dipanti ini juga para warga binaan sosial saling bahu membahu dalam tolong menolong, tidak terkecuali Husni, ia pun suka tolong menolong jika ada temannya yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas sekolahnya.
Meskipun Husni memiliki kehilangan penglihatan, tetapi Husni dapat hidup dengan mandiri. Dan rasa sedih yang dahulu amat sangat dalam kini sedikit demi sedikit dapat terobati, walaupun secara fisik tidak dapat mengobati bekas benturan bola voli dan operasi mata yang dahulu menimpa mata kanannya masih berbekas secara nampak. Kini mata kanan Husni agak menjorok kedalam dan sedikit berwarna abu di sekitar korneanya, berbeda dengan mata kiri Husni yang telihat seperti mata normal lainnya. Namun hal itu bukan masalah kini Husni telah menemukan ketenangan dalam dirinya untuk tetap optimis dan bersemangat, memandang masa depan yang cerah untuk terus bersemangat mengejar mimpinya yang ia inginkan. Pelatihan dan pendidikan orientasi mobilitas dipanti telah mengubah Husni menjadi sosok yang mandiri mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar panti, mampu bergerak dan berjalan kesana kemari, mampu memasak, mencuci, menggosok baju dan mengepel dengan mandiri. Dan di panti ini Husni menemukan banyak teman-teman baru, dan belajar menjadi seorang yang percaya diri, optimis, dan menahan emosinya untuk kebaikan bersama, berprilaku sopan dan masih banyak lagi hal positif yang ia pelajari di panti sosial ini untuk mengejar mimpi dan harapannya menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lain. Serta di panti ini juga Husni menemukan rasa cinta, dan Husni pun terus tetap besyukur kepada Tuhannya untuk selalu beribadah kepada Tuhan dan menghindari apa yang dilarang Tuhannya.
More aboutMengejar Mimpi

Seberapa Banyak Jumlah Anak Autis Di Dunia Ini..?

Posted by Darma Kusumah


Autis kini sudah menjadi permasalahan gangguan perkembangan yang mendalam di seluruh dunia, temasuk di Indonesia. Dikarenakan jumlah anak autis yang semakin bertambah. Setiap tahun, angka kejadian autis meningkat pesat. Data yang muncul di beberapa media menyebutkan bahwa pada tahun 1987 rasio jumlah orang dengan autis adalah 1 : 5.000. Pada tahun 2007 di AS menurut laporan Center for Disease Control memiliki rasio autis 1 : 150 (di antara 150 anak, ada satu anak autis). Tetapi informasi data dari website lain menyatakan data dari Centre for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menyebutkan, kini 1 dari 110 anak di sana menderita autis. Angka ini naik 57 persen dari data tahun 2002 yang memperkirakan angkanya 1 dibanding 150 anak. Satu persen anak di sana kini menunjukan beberapa gejala autis, seperti gangguan sosial, perilaku, bahasa, berkomunikasi, dan kemampuan kognitif, mulai dari yang ringan sampai berat.
Sementara di Inggris sendiri disebutkan rasionya yaitu 1 : 100. Di Canada dan Jepang pertambahan ini mencapai 40 persen sejak 1980. Di California sendiri pada tahun 2002 di simpulkan terdapat 9 kasus autis per-harinya. Dari data yang sudah muncul di beberapa media terlihat semakin lama semakin meningkakat rasio jumlah anak dengan autis. Data ini juga menguatkan temuan berbagai studi yang menyebutkan gejala autis lebih sering terlihat pada anak laki-laki dibanding perempuan, dengan jumlah perbandingan 4 : 1. Menurut data CDC ini, pada anak laki-laki prevelansinya naik 60 persen dibanding dengan data tahun 2002. Sementara anak perempuanya hanya 48 persen.
Di Indonesia, peningkatan anak autis juga terlihat mesti tidak diketahui pasti berapa jumlahnya karena pemerintah belum pernah malakukan survei. Namun dalam suatu wawancara di Koran Kompas; Dr. Melly Budhiman, seorang Psikiater Anak dan Ketua dari Yayasan Autis Indonesia menyebutkan adanya peningkatan yang luar biasa. “Bila sepuluh tahun yang lalu jumlah penyandang autis diperkirakan satu per 5.000 anak, sekarang meningkat menjadi satu per 500 anak” (Kompas : 2000). Tahun 2000 yang lalu, Dr. Ika Widyawati; staf bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memperkirakan terdapat kurang lebih 6.900 anak penyandang autis di Indonesia. Jumlah tersebut menurutnya setiap tahun terus meningkat. Hal ini sungguh patut diwaspadai karena jika penduduk di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 160 juta, kira-kira berapa orang yang terdata sungguh-sungguh menyandang autis berserta spektrumnya.?
Berbagai studi menyatakan naiknya jumlah anak autis bisa dijelaskan lewat luasnya karakteristik yang dipakai untuk menentukan diagnosa anak autis serta peningkatan akses informasi data pada kondisi autis. Meski begitu, masih ada tanda tanya besar mengenai penyebab gangguan kondisi ini. Yang menarik untuk diketahui adalah mengapa kini makin banyak anak yang menderita autis.? Yang pasti jawabannya tidak sederhana karena banyak faktor yang terlibat di dalamnya. Seperti adanya motode diagnosis yang kian berkembang, hampir dipastikan jumlah anak yang ditemukan terkena autis akan semakin besar pula. Jumlah tersebut diatas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini bebepa penyebab autis masih misterius kebenarannya dan menjadi bahan perdebatan diantara para ahli dan dokter di dunia.
Beberapa penelitian menunjukkan, perubahan genetik merupakan penyebab gangguan autis. Namun beberapa pakar menyatakan kurang yakin dengan penjelasan ini. “Bila kita melihat peningkatan autis seperti ini, maka kita harus mulai mengarahkan fokus pada isu lingkungan,” kata Dr.Thomas Insel, Direktur National Institute of Mental Health. Sebagai contoh, perdebatan yang terjadi pada kemungkinan penyebab autis yang disebabkan oleh vaksinasi anak. Peneliti dari Inggris Andrew Wakefield, Bernard Rimland dari Amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps, rubella) dan autis. Peneliti lainnya membantah hasil penyelidikan tersebut tetapi beberapa orang tua anak penyandang autis tidak puas dengan bantahan tersebut. “Jeane Smith (USA) bersaksi didepan kongres Amerika : saya dan banyak orang tua anak penderita autis percaya bahwa anak mereka yang terkena autis disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi”.
Akan tetapi banyak pula ahli melakukan penelitian dan menyatakan bahwa bibit autis telah ada jauh hari sebelum bayi dilakirkan bahkan sebelum vaksinasi dilakukan. Kelainan ini dikonfirmasikan dalam hasil pengamatan baberapa keluarga melalui gen autis. Salah satu penelitian terbaru mengenai penyebab autis, menemukan para penderita aurtis memiliki gen umum dengan variasi yang berbeda. Temuan gen tersebut nantinya bisa memudahkan diagnosis dan mengembangkan terapi serta pencegahan terjadinya autis pada anak.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Nature ini membandingkan gen dari ribuan penderita autis dengan ribuan orang normal. Hasil dari penelitian menunjukan, sebagian besar penderita autis memiliki variasi genetik dari DNA mereka yang berpengaruh pada hubungan antarsel otak. Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika bahwa kolerasi antara autis dan cacat lahir yang disebabkan oleh thailidomide menyimpulkan bahwa kerusakan jaringan otak dapat terjadi awal 20 hari pada saat pembentukan janin.
Para peneliti juga mengungkapan adanya hubungan antara autis dengan “kesalahan kecil” pada segmen DNA yang terdapat sel komunikasi di dalamnya. Peneliti lainnya, Mishew menemukan bahwa pada anak yang terkena autis bagian otak yang mengendalikan pusat memory dan emosi menjadi lebih kecil dari pada anak normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan perkembangan otak telah terjadi pada semester ketiga saat kehamilan atau pada saat kelahiran bayi.
“Temuan ini bisa membuka kesempatan untuk mencari tahu bagaimana mengatasi masalah pada fungsi dan perkembangan sel otak yang dialami penderita autis,” kata Hakon Hakonarson, kepala Center for Applied Genomics at Children’s Hospital di Philadelphia, Amerika Serikat. Meskipun temuan tentang hubungan penyebab autis dengan DNA bukan untuk pertama kalinya, sampai saat ini belum ditemukan cara mencegahnya. Pada penelitian sebelumnya menemukan 65% penderita autis memiliki variasi gen yaitu cadherin 10 dan cadherin 9. Gen tersebut mengontrol molekul adhesi yang ada di otak dan peneliti memperkirakan hal itulah yang menyebabkan autis.
Lalu, studi lainya menemukan hubungan antara autis dengan materi gen yang mengandung ubiquitin. Ubiquitin adalah protein yang terikat dengan molekul adhesi dan berhubungan juga dengan sel otak. Karin Nelson, ahli neurology Amerika mengadakan penelitian terhadap protein otak dari contoh darah bayi yang baru lahir. Empat sempel protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil, tetapi empat sempel berikutnya mempunyai kedar protein otak tinggi ini berlkembang menjadi autis dan keterbelakangan mental. Nelson menyimpulkan autis terjadi sebelum kelahiran bayi.
Saat ini orang tua anak penyandang autis boleh merasa lega mengingat perhatian dari para peneliti dan masyarakat di negara-negara besar dunia mengenai kelainan autis menjadi sangat serius. Sebelumnya, kelainan autis hanya dianggap sebagai akibat dari perlakuan orang tua yang otoriter terhadap anaknya. Dan juga, kemajuan teknologi memungkinkan untuk melakukan penelitian mengenai penyebab autis secara genetik dan metabolik.
Akan tetapi teknologi juga memungkin kan terjadinya autis pada anak. Khususnya pada sinyal WiFi, sinyal Wi-Fi disinyalir bisa mempercepat perkembangan jumlah autis pada anak-anak. Demikian ungkapan dalam sebuah studi yang dibesut oleh lembaga Australasian Journal of Clinical Environmental Medicine. “Radiasi elektromagnetis dari Wi-Fi kelihatanya menjebak unsur tertentu dalam otak dan menyebabkan gelaja autis pada anak makin meningkat.”. Ungkap Dr.George Carlo, salah satu pembesut studi ini seperti dikutip detikNet dari EeTimes, Kamis (29/11/2007). Sebelumnya, Dr.George Carlo juga pernah meneliti bahwa penggunaan ponsel juga berpengaruh terhadap meningkatnya angka anak yang menderita autis.
Kesimpulannya, dikarenakan angka pertambahan autis yang terus bertambah setiap tahunnya serta beberapa data di media internet masalah kasus belum pastinya dan cara pencegahannya penyebab autis semakin berkelanjutan, dan memungkinkan untuk terus diteliti, sehingga orang tua belum bisa menentukan tindakan preventif apa yang bisa dilakukan. Namun para alhi berpendapat terapi terpadu sebaiknya langsung dilakukan begitu anak didiagnosis autis. Dengan terapi terpadu, diharapkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi akan meningkat. Kerjasama yang erat antara orangtua, terapis, dokter, psikologi, serta guru di sekolah sangat diperlukan agar penanganan anak autis bisa lebih baik lagi.
Sumber :
http://bulansabitku.blogspot.com/2010/03/artikel-tentang-autis.html
http://hackz-zone.blogspot.com/2010/04/jumlah-anak-autis-semakin-bertambah.html
http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/210-jumlah-anak-autis-meningkat
http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/111-radiasi-wi-fi-bikin-anak-jadi-autis
http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/205-temuan-gen-penyebab-autis
More aboutSeberapa Banyak Jumlah Anak Autis Di Dunia Ini..?

Tunenetra (Hambatan dalam Penglihatan)

Posted by Darma Kusumah on Saturday, March 10, 2012


Tunanetra
Anak-anak dengan hambatan penglihatan adalah anak-anak yang kurang beruntung dalam memfungsikan indra penglihatannya, namun bukan berarti mereka tidak memiliki hak dan kurang beruntung dalam belajar, bermain dan berinteraksi sosial dengan masyarakat lainnya. Mereka mempunyai hak dan kesempatan serta kesetaraan hak yang sama dengan anak yang lainnya, hanya saja mereka memerlukan pelayan yang khusus untuk aktivitas dalam keseharian mereka. Salah satunya mereka membutuhkan pendidikan orientasi mobilitas untuk bisa mengenali wilayah suatu tempat dan berpindah atau bergerak dari tempat dia berada ketempat yang ingin dituju serta dapat berinteraksi dengan objek-objek sekitar. Secara umum, istilah tunanetra digunakan untuk menunjukan dan menggambarkan adanya gradasi atau tingkatan kerusakan atau gangguan penglihatan mulai dari yang berat sampai yang sangat berat sehingga mereka membutuhkan pelayanan pendidikan yang khusus dalam proses belajar. Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI : 2004) mendefinisikan bahwa orang tunanetra adalah mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali (buta total) sampai dengan meraka yang masih memiliki sisa penglihatan tetapi tidak mampu menggunakan penglihatannya untuk membaca tulisan biasa berukuran 12 point dalam keadaan cahaya normal meskipun sudah dibantu dengan kacamata (kurang awas/kurang lihat).
Dari segi bahasa kata tunanetra terdiri dari kata tuna dan netra. Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia (Amran YS Chaiago 1995 : 540) kata tuna berarti tidak memiliki, tidak punya, luka atau rusak. Sedangkan kata netra berarti penglihatan. Dengan demikian tunanetra memiliki ciri tidak memiliki penglihatan atau rusak penglihatan. Dalam literatur bahasa inggris istilah tunanetra juga disebut dengan “Visual Impairment(Kerusakan Penglihatan)” atau “Sight Loss(Kehilangan Penglihatan)”. Dari kutipan Dr. Asep Supena, M.Psi mengatakan bahwa tunanetra (Visual Imprairment) adalah “mereka yang mengalami gangguan hambatan penglihatan secara signifikan (berarti). Sehingga membutuhkan layanan pendidikan atau pembelajaran yang khusus”. Contohnya penggunaan sistem baca tulis braille, alat pembesar bahan bacaan dan bentuk modifikasi lainnya.
Secara umum tunanetra dikelompokan menjadi kurang lihat (low vision) dan buta (blind). Namun sebagian ahli mengelompokannya menjadi kurang lihat (low vision), buta (blind) dan buta total (totally blind). Dapat disimpulkan orang tunanetra belum tentu buta, sedangkan orang buta sudah pasti tunanetra, kebutaan merupakan tingkat ketunanetraan yang paling berat.
            Terdapat sejenis konsensus internasional untuk menggunakan dua jenis definisi sehubungan dengan kelainan penglihatan : Definisi secara legal (legally definition) adalah definisi atau batasan tentang ketunanetraan yang didasarkan pada hasil pengukuran ketajaman penglihatan (visus : index pengukuran ketajaman penglihatan), yang biasa dilakukan oleh tenaga medis. Sehingga definisi ini juga disebut dengan definisi klinis atau medik. Dikatakan legal karena sering dijadikan persyaratan untuk menentukan seseorang dikatagorikan sebagai tunanetra atau tidak. Sedangkan dalam definisi pendidikan adalah didasarkan pada cara atau strategi pembelajaran yang mungkin dapat diberikan kepada mereka sesuai dengan sisa kemampuan penglihatan yang dimilikinya. Definisi ini biasa digunakan dalam dunia pendidikan.
Berikut ini adalah definisi tentang tunanetra yang berdasarkan dari dua aspek diatas yaitu definisi legal dan definisi pendidikan. Definisi tunanetra secara legal adalah mereka yang memiliki ketajaman penglihatan mulai dari 20/70 feet hingga buta total serta luas pandang mereka yang sedemikian sempit terhadap suatu luas bidang wilayah yang tidak lebih dari 20 derajat, maka mereka itu juga dapat dikatagorikan dalam tunanetra. Sementara definisi tunanetra secara pendidikan adalah mereka yang mengalami gangguan hambatan penglihatan yang signifikan (berarti) sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus.
Definisi yang didasarkan pada pendidikan dikemukakan oleh Barraga (1983) bahwa anak yang mengalami ketidakmampuan melihat adalah anak yang mempunyai gangguan atau kerusakan dalam penglihatannya. Sehingga menghambat prestasi belajar secara optimal, kecuali jika dilakukan penyesuaian dalam metode-metode penyajian pengalaman belajar, sifat-sifat bahan yang digunakan, dan atau lingkungan belajar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa definisi tunanetra secara legal sudah merupakan aturan yang sah untuk menentukan seseorang tergolong tunanetra atau tidak, seperti yang dikemukakan diatas. Namun definisi tunanetra dalam pendidikan ialah mereka yang memiliki hambatan penglihatan secara signifikan (berarti) walaupun telah dikoreksi atau diobati dengan penggunaan kacamata namun tetap masih memiliki penglihatan yang kurang baik dari anak normal, yang kemudian terbagi menjadi beberapa tingkatan menjadi low vision (kurang lihat) dan blind (buta), sehingga mereka membutuhkan dan memerlukan pelayan pendidikan yang khusus dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan kemampuan prestasi belajar mereka dalam pendidikannya di sekolah.
Kurang Lihat (Low Vision)
            Faye dalam samuel A.Kirk (1989 : 348) mendefinisikan orang yang kurang lihat (low vision) sebagai orang yang meskipun sudah diperbaiki penglihatannya namun masih lebih randah atau kurang dari normal tetapi penglihatanya dapat dipergunakan secara berarti. Namun jika penglihatannya masih dapat diperbaiki, dikoreksi, diobati dengan kacamata yang tepat seperti myopia dan hypermetropia lalu bisa mengikuti pendidikan seperti anak yang lainnya dan bisa melihat seperti anak normal pada jarak yang normal maka secara umum tidak dikelompokan dalam tunanetra.
            De Mott (1982  : 272) mendefinisikan orang yang kurang lihat adalah mereka yang memiliki tingkat ketajaman penglihatan sentral antara 20/70 dan 20/200 feet, maka membutuhkan bantuan khusus atau modifikasi materi atau membutuhkan kedua-duanya dalam pendidikannya di sekolah.
Buta (Blind)
            Barraga dalam Samuel A.Kirk (1989 : 343) mengemukakan bahwa orang uang buta memiliki persepsi sinar tanpa proyeksi(yang berarti mereka merasakan adanya sinar tetapi tidak mampu untuk memproyeksi atau mengidentifikasi sumber sinarnya) atau sama sekali tidak memiliki persepsi sinar.
            De Mott (1982 : 272) mengemukakan bahwa istilah buta, diberikan kepada orang yang sama sekali tidak memiliki penglihatan atau yang hanya memiliki persepsi cahaya. Siswa yang buta akan diajarkan braile, maka membutuhkan bantuan khusus atau modifikasi materi atau membutuhkan kedua-duanya dalam pendidikannya disekolah.
            Geraldine T.Scholl (1986 : 26) mengemukakan bahwa orang yang memiliki kebutaan menurut hukum (legal blindness) apabila ketajaman penglihatan sentralnya 20/200 feet atau kurang pada penglihatan terbaiknya. setelah dikoreksi dengan kacamata atau ketajaman penglihatan sentralnya lebih buruk dari 20/200 feet, serta ada kerusakan pada lantang pandangnya membentuk sudut yang tidak lebih besar dari 20 derajat pada mata terbaiknya.
            Istilah buta yang sering digunakan masyarakat umum hendaknya tidak digunakan untuk sebutan atau panggilan terhadap orang yang memiliki kelainan penglihatan, tetapi hanya digunakan dalam pengelompokan untuk keperluan layanan pendidikan yang sesuai dengan tingkat kemampuan penglihatan.
          Ukuran ketajaman penglihatan dalam ilmu medis diperoleh melalui tes dengan menggunakan kartu snellen. Kartu snellen ada 3 macam : yaitu kartu bentuk E, bentuk Abjad, bentuk gambar-gambar. Bentuk gambar-gambar dianggap kurang efektif karena tidak semua gambar dikenal oleh anak-anak.

Akhir kata penulis menghimbau, tulisan diatas hanya sekedar tulisan singkat mengenai tunanetra dan golonganya  oleh karena itu penulis mengharapkan untuk para pembaca dan pengutip untuk mencari bahan yang lebih baku dan bisa di jadikan acuan penulisan. Terima kasih.

Sumber :
Wardani, I.G.A.K, 2010. “Pengantar Pendidikan Luar Biasa”, Universitas Terbuka : Jakarta, 2010
More aboutTunenetra (Hambatan dalam Penglihatan)

Pondok Pesantren Sulaimaniyah UICCI Diresmikan oleh Mensos

Posted by Darma Kusumah on Saturday, February 4, 2012

Asrama Sulaimaniyah Rawamangun
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pondok Pesantren Sulaimaniyah di bawah Yayasan pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia (UICCI) diresmikan di Jakarta, Sabtu (4/2). Peresmian dilakukan oleh Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri.

"Saya memberikan apresiasi kepada Yayasan UICCI yang membangun pesantren tidak hanya di Indonesia tapi di sejumlah negara lainnya termasuk negara non muslim," kata Mensos saat memberi sambutan pada peresmian pondok pesantren tersebut.

Yayasan UICCI membangun pesantren untuk meningkatkan pendidikan Islam di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Keberadaan pesantren itu juga bertujuan memberikan peluang belajar ilmu yang bermutu dan berkualitas tinggi serta menghidupkan Islam secara kaffah.

Mensos mengaku tertarik dengan sistem pesantren tersebut bagaimana memperbaiki perilaku, sebab Islam besar karena perilaku santun dan akhlak mulia yang menyebar ke penjuru dunia.
"Saya senang sekali bagaimana anak-anak diajarkan akhlak yang mulia sehingga juga akan membangun karakter bangsa," tambah Mensos.

Menurut Mensos, masyarakat Indonesia mempunyai karakter dan jati diri yang suka tolong-menolong. Ia mencontohkan saat terjadi bencana alam semua masyarakat bahu-membahu membantu korban bencana.

Maka menurut Mensos, lembaga-lembaga seperti Yayasan UICCI yang memberi pendidikan untuk perbaikan akhlak perlu bersinergi dengan yayasan lainnya dan pemerintah akan mendukung upaya tersebut.

Yayasan UICCI telah membuka cabang 5.000 pesantren di lebih seratus negara dengan membawa konsep Turki Utsmani. Di Indonesia yayasan tersebut hadir sejak 2005 dan sudah memiliki delapan cabang, empat di Jakarta, dua di Aceh dan masing-masing satu di Yogyakarta dan Kalimantan.

UICCI sudah memberangkatkan murid-murid mereka ke Turki berbekal ilmu agama yakni fiqih syafi'i, aqidah asy'ariyyah, bahasa Turki dan bahasa Arab.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari

More aboutPondok Pesantren Sulaimaniyah UICCI Diresmikan oleh Mensos

Bagian Pertama RINGKASAN SIRAH NABAWIYYAH (SAW)

Posted by Darma Kusumah on Monday, January 23, 2012

RINGKASAN SIRAH NABAWIYYAH (SAW)

Sirah, secara bahasa sirah artinya kehidupan. sedangkan menurut istilah Sirah Nabawiyyah adalah ilmu yang membahas tentang kehidupan Rasulullah SAW dari kelahirannya sampai wafatnya.

Hanifiyyah adalah Segolongan orang arab yang masih meneruskan syariat Nabi Ibrahim a.s.

Wak'ah fil adalah kejadian yang diabadikan didalam surat Al-Fil. Yakni penyerangan Gubernur Yaman bernama Abrahah berserta tentara-tentara bergajahnya atas Ka'bah Muazzamah 50 hari sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Tetapi Allah SWT mematahkan serangan dan membinasakan mereka dengan mengirimkan batu-batu neraka melalui burung-burung ababil yang berdiam atau hidup di neraka.

Kelahiran Rasulullah SAW
Tahun 571 masehi, bertepatan pada tanggal 12 rabiul awwal, senin malam didaerah Bani Hasyim.

Kejadian-kejadian pada malam kelahiran Rasulullah SAW
  1. Pengucapan selamat para malaikat kepada ibunda Rasulullah SAW.
  2. Jatuhnya berhala-berhala berada di ka'bah.
  3. Runtuhnya 14 tiang istana kerajaan Iran yang dikatakan tidak bisa runtuh.
  4. Padamnya api yang disembah oleh kaum majusi selama berabad-abad.

Keluarga Rasulullah SAW
  • Ibu                  : Siti Aminah
  • Bapak             : Abdullah
  • Kakek            : Abdul Muttalib
  • Ibu susu          : Halimah
  • Nenek            : Syifa
  • Saudara susu  : Syaima
  • Paman            : Hz. Hamzah, Hz. Abbas, Abu Thalib, Abu Lahab
  • Anak Putra     : Ibrahim, Kasim, Abdullah
  • Anak Putri      : Zainab, Rukiyah, Ummu Kulsum, Fatimah r.anhunna
  • Cucu              : Hz. Hasan, Hz. Husain (r.a.)
More aboutBagian Pertama RINGKASAN SIRAH NABAWIYYAH (SAW)

Detik-detik Kepergian Rasulullah SAW

Posted by Darma Kusumah on Thursday, September 8, 2011

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Bissmillahirahmanirrahiim.. Segala Puja dan Puji Hanyalah Milik ALLAHU TA'ALA semata,, DIALAH yang memiliki Dunia dan Akhirat,, DIALAH yang memiliki Ar Rahman dan Ar Rahiim.. Yang kita berada di genggaman NYA..Dan sholawat beserta salam semoga tercurahkan kepada Junjungan Baginda Nabiyullahi Akbar Muhammad Shalallhu 'Alaihi Wa'alaihi Wa Sohbihi Wassalam..


Afwan Jiddan kalau Al Faqir mengganggu waktu nya sebentar,, "Catatan" ini hanya sekedar mengingatkan kepada kita sebagai Ummat Islam,.. Bahwa Begitu Besarnya Cinta Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa'alihi Washohbihi Wassallim.. Walaupun mungkin Sahabat Fillah Rahimakumullah sudah banyak yang tahu tentang cerita ini,, Maka Tak Rugi jika kita menggali dan merenungi kisah Mulia ini.. Ini tidak lebih agar kita semakin CINTA dan SAYANG kepada Manusia yang di Muliakan Langit dan Bumi,, Manusia yangn di juluki "Basyarun Lakal Basyar" yaitu Habibunma wa Habibukum,, Sayyiduna wa Sayyidukum wa Maulana Muhammad Sahallahu 'Alaihi Wa'alihi Wa Sohbihi Wassallim.. >> Ada Sebuah Kisah tentang CINTA yang SEBENAR-BENARNYA CINTA yang dicontohkan ALLAH melalui Para Rasul-NYA..
~@~ Pagi itu walaupun langit telah menguning dan burung-burung gurun Enggan mengepakan sayapnya.. Dan pagi itu Pula Rasulullah dengan Suara yang terbatas memberikan Khutbah Terakhirnya.. :" Wahai Ummatku kita semua berada dalam Kekuasan dan cinta kasihnya Allah,, maka Ta'at dan Tawakalah kepada-NYA.. Dan "Kuwariskan" 2 (dua) Perkara kepada Kalian yaitu Al Qur'an dan Sunnah ku.. Barang siapa yang mencintai Sunnahku,, berarti mencintai aku,, dan kelak orang-orang yang mencintai aku akan memasuku Syurga bersama-sama dengan ku.."Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang penuh minat menatap satu-persatu Para Sahabat-Sahabatnya.. 'Abu Bakar menatap Mata Rasulullah dengan berkaca-kaca.. Sayyidina 'Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.. Sayyidina 'Utsman menghela nafas Panjang.. Sayyidina 'Ali menundukan kepalanya dalam-dalam..Mereka tahu isyarat itu telah datang,, dan saatnya telah tiba.." Rasulullah akan meninggalkan kita semua,," keluh Para Sahabat pada waktu itu.." Manusia Mulia itu hampir selesai menunaikan Tugasnya diDunia.. Dan tanda-tanda itu semakin kuat dirasakan oleh Para Sahabat..Sayyidina 'Ali dan Fadhal dengan sergap dan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan Lemah dan Goyah ketika turun dari Mimbar.. Dan lalu membawa mereka Rasul SAW pulang kerumahnya.. Matahari kian tinggi,, tetapi Rumah Rasulullah masih tertutup..

Dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam..
" Bolehkah saya masuk..? " tanyanya..
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,,
"Maafkanlah,, ayahku sedang demam..",, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu..
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah..
" Siapakah itu wahai anakku..? " tanya Rasulullah..
" Tak tahulah ayahku,, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,.. " tutur Fatimah lembut..
Lalu,, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.. Seolah-olah bahagian
demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang..

" Ketahuilah,, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia..
Dialah malaikatul maut.." kata Rasulullah,..

Fatimahpun menutup mukanya dengan kedua telapak tanganya menahan ledakkan tangisnya.. Malaikat maut datang menghampiri,, tapi Rasulullah menanyakan kepada Malaikat 'Izrail kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya..
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit ke 2 (dua) menyambut Ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini..
" Jibril,, jelaskan apa Hak ku nanti di hadapan Allah..? " tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah...
" Pintu-pintu langit telah terbuka,, para malaikat telah menanti ruhmu.."
" Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu.." kata Jibril..
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega,, matanya masih penuh kecemasan..

" Engkau tidak senang mendengar khabar ini Wahai Rasulullah..? " tanya Jibril lagi.
" Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak.? " jawab rasullulah..
"J angan khawatir, wahai Rasul Allah,, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku.." :
( "Kuharamkan syurga bagi siapasaja,, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,," ) kata Jibril..
Detik-detik semakin dekat,, saatnya Izrail melakukan tugasnya.. T_T

Perlahan ruh Rasulullah SAW ditarik..
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,, urat-urat lehernya menegang..
" Jibril,, betapa sakit sakaratul maut ini.." ucap Rasulullah..
Perlahan Rasulullah mengaduh.. Fatimah terpejam,, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka..
" Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril..? "
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu...
" Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajalnya.." kata Jibril..
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.

" Ya Allah, dahsyat nian sakaratul maut ini,, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,, jangan pada umatku.."
Badan Rasulullah mulai dingin,, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,..

Sayyidina 'Ali segera mendekatkan telinganya kebibir Rasulullah SAW..
"Uushiikum bis shalati, wamaa malakat aimanuku"
( "Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.." )
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,, sahabat saling berpelukan.. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,, dan Ali kembali mendekat kantelinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,, ummatii,, ummatiiiii....???" ( "Umatku,, umatku,, umatkuuu" )
Dan,, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi Sinaran itu... T_T

Kini,, mampukah kita mencintai Rasulullah SAW,, seperti Beliau Mencintai KITA..?????
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi
~Subhanallah,, BETAPA CINTANYA RASULULLAH SAW KEPDA KITA.. ~

Semoga di Akhir Zaman nanti kita mendapatkan Syafa'atnya kelak.. Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad.. Allahumma Rahmati Ummatu Rasulullah.. Amin Allahumma Amin Qobul Yaa Mujibassa'illiin..Salam Ukhuwah Fillah dan Salam Santun dari Al Faqir.. Syukron Jiddan wa Barakallahu Fiek,..

oleh :  Harun Nagash
More aboutDetik-detik Kepergian Rasulullah SAW

Pengumuman Seminar & Workshop Forum Ubuntu Indonesia 2011

Posted by Darma Kusumah

Assalamu'alaikum.. kawan".. apa kabarnya semua..? sudah cukup lama daku tidak melakukan posting. untuk postingan ini saya akan memberitahukan bahwa ada seminar ubuntu . Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat" gambarnya..! klik aj.!
Mohon kedatangannya.. Terima kasih...
sumber dari : http://ubuntu-indonesia.com/forums/ubbthreads.php/topics/71069
More aboutPengumuman Seminar & Workshop Forum Ubuntu Indonesia 2011